Lomba Menulis Esai : Lindungi Pekerja Rumahan
September 6, 2018
Labour Ad-Hoc Judges Training (LJT) 2018 : “Merefleksikan Kembali Filsafat Hukum Bagi Keadilan Buruh”
September 17, 2018

Berita Buruh Mingguan 3-7 September 2018

Berita Buruh Mingguan 

3-7 September 2018

Ribuan Pekerja Rumahan Sukabumi Perlu Diperhatikan

Di Sukabumi banyak terdapat industri garmen dan sepatu. Dalam praktiknya banyak perusahaan yang mempekerjakan warga di rumahnya masing-masing. Menurut Andriko Otang, selaku direktur Trade Union Rights Centre (TURC) sebagai organisasi yang mendampingi pekerja rumahan, pekerja rumahan memiliki keterkaitan dengan industri namun kondisinya jauh lebih tidak layak dibandingkan dengan pekerja yang ada di dalam pabrik. Misalnya upah masih dibawah upah minimum dan tidak mendapatkan kesehatan dan keselamatan kerja. Selain itu tidak mendapatkan jaminan kesehatan.
Berita selengkapnya :   Republika.co.id / https://bit.ly/2CebtII

1.700 korban PHK Bank Woori Saudara Meminta Pertanggung Jawaban Perusahaan

Bank Woori Saudara Indonesia 1906 telah menjual aset ke PT Hansoll Hyun yang dinyatakan pailit. Serikat Pekerja Nasional (SPN) Bandung, beserta perwakilan 1.700 karyawan korban PHK melakukan aksi unjuk rasa di depan Bank Woori Saudara Indonesia (BWS) 1906 Aksi ini dilakukan karena BWS yang merupakan kreditur PT Hansoll Hyun yang memiliki hak eksekusi aset PT Hansoll Hyun yang dinyatakan pailit, telah menjual murah aset PT Hansoll Hyun hanya sebesar Rp 33 miliar. Sementara hak-hak 1.700 orang pekerja eks PT Hansoll Hyun sampai saat ini belum dibayarkan.
Berita selengkapnya :  spn.or.id / https://bit.ly/2NeCKiD

Rantai Eksploitasi Buruh di Perkebunan Sawit

Berdasarkan penelitian dalam laporan berjudul “Keuntungan di Atas Keringat Buruh; Kondisi Kerja di Bawah Rantai Pasok Perkebunan Sawit Milik Sinarmas,” yang diterbitkan oleh Sawit Watch dan Asia Monitor Resource Centre (AMRC). Mengungkap cerita tentang kondisi kerja yang buruk dan praktek yang eskploitatif, yang selama ini tampak tersembunyi di balik luasnya perkebunan kelapa sawit raksasa. Seperti halnya sistem kerja yang tidak adil, upah murah, kesehatan dan keselamatan kerja, kondisi hidup yang buruk, diskriminasi gender, sampai menyembunyikan buruh dari audit.
Berita selengkapnya : Trimurti.id | https://bit.ly/2CCcKJY

Kualitas Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Masih Bermasalah

Kualitas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan masih bermasalah. Besarnya jumlah peserta belum mencerminkan keaktifan mereka. Hingga akhir Agustus 2018, total peserta jaminan sosial ketenagakerjaan mencapai 48,4 juta orang. Sebanyak 28,6 juta orang tenaga kerja di antaranya tercatat sebagai peserta aktif, sedangkan 19,8 juta orang atau 40,9% sisanya tidak aktif. Salah satu kriteria tidak aktif adalah, tidak rutin dalam membayar iuran program jaminan sosial ketenegakerjaan, yang seharusnya bagi pekerja formal ditanggung penuh oleh perusahaan.
Berita selengkapnya :  Koran Kompas, 4 Sep 2018

0/50 ratings

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X