Freeport Indonesia Harus Menghormati Hukum Indonesia
November 2, 2018
FESTIVAL PEREMPUAN PEKERJA RUMAHAN “BURUH (TANPA) PABRIK”
December 30, 2018

Inilah Euforia Pra-Event Festival Pekerja Rumahan di Jakarta

jkhjghjghjv

Pagi hari tepat pada tanggal 7 November 2018, sekelompok ibu-ibu yang tergabung Perempuan Pekerja Rumahan (PPRJ) berkumpul di bawah tenda merah yang berdiri tegak di tengah-tengah halaman RPTRA Muara Indah, Penjaringan, Jakarta Utara. Masing-masing dari mereka tampak sibuk mempersiapkan sesuatu. Ada yang menata bangku, menata suguhan makanan, dan ada pula yang bersiap menyambut tamu undangan. Hari itu adalah hari yang mereka tunggu-tunggu, merayakan Festival Pekerja Rumahan. Kegiatan ini merupakan rangkaian Pra-Event yang diadakan di 5 kota wilayah Pekerja Rumahan dampingan TURC (Jakarta, Sukabumi, Tangerang, Cirebon, Solo) untuk menyambut perhelatan Women Home Workers Festival kedua yang akan diadakan pada bulan 14-15 Desember 2018 nanti.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok Perempuan Pekerja Rumahan Jakarta (PPRJ) ini, sebagai bentuk sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran pemerintah lokal dan masyarakat umum terkait keberadaan pekerja rumahan. Karena selama ini keberadaan pekerja rumahan tersembunyi dan tidak teroganisir, sehingga mereka seringkali tidak diakui dalam rantai pasok industri. Selain itu, pekerja rumahan bekerja di rumahnya masing-masing, sehingga tidak ada pengawasan jika terjadi kecelakaan kerja yang membahayakan pekerja rumahan, keluarganya, dan tempat tinggalnya.

Para pemangku kepentingan yang hadir dalam kegiatan ini adalah pemerintah setempat yakni perwakilan Camat Penjaringan, Lurah Penjaringan, Lurah Kapuk Muara, serta dihadiri oleh ketua RW dan wakilnya. Seluruh kegiatan ini dikelola oleh kelompok pekerja rumahan itu sendiri yang didampingi oleh Trade Union Rights Centre (TURC) baik dari konsep persiapan acara, mengatur jadwal kegiatan, sampai dengan mengundang pemerintah dan warga sekitar.

Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 yang diawali oleh pembukaan dari Ibu Novianti, selaku Ketua Perempuan Pekerja Rumahan Jakarta (PPRJ), yang dilanjutkan dengan sambutan dari pemangku kepentingan yakni Camat dan Lurah setempat. Acara resmi dibuka dengan penampilan menggemaskan dari adik-adik Paud Sarah Elok yang bernyanyi dan menari dengan riangnya.

Setelah itu, acara selanjutnya adalah sosialisasi kepada pemerintah setempat terkait fenomena pekerja rumahan melalui pemutaran video documenter “Invisible Worker” yang bercerita tentang pengalaman-pengalaman pekerja rumahan yang menceritakan bagaimana melakukan aktivitas produksi di rumah mereka. Seusai pemutaran video tersebut, para pemangku kepentingan yang hadir diminta untuk menanggapi video tersebut.

Pihak Kecamatan maupun Kelurahan mengakui, bahwa mereka sebelumnya belum mengetahui fenomena pekerja rumahan. Selama ini belum pernah ada data-data di pemerintah setempat terkait warganya yang berprofesi menjadi pekerja rumahan.

“Saya mendukung aktivitas yang dilakukan kelompok pekerja rumahan, saya berharap keberadaan pekerja rumahan juga dibarengi oleh pemenuhan hak-hak mereka seperti yang disampaikan di video tadi”, ujar Sekretaris Kelurahan Penjaringan.

Harapannya dukungan baik ini dapat ditindaklanjuti dengan pengakuan kelompok Pekerja Rumahan melalui Surat Keputusan (SK) yang dijanjikan oleh pihak Kelurahan setempat, sehingga segala aktivitas yang dilakukan oleh kelompok pekerja rumahan dapat didukung penuh oleh pemerintah setempat dan dapat mengakses program-progam pemberdayaan desa.

Setelah berlangsungnya rangkaian kegiatan, para tamu undangan diajak untuk mengunjungi stand yang tersedia di teras RPTRA. Di meja-meja yang telah disediakan, para pekerja rumahan mempraktekan pekerjaan mereka, sembari memperkenalkan barang-barang apa yang mereka produksi, alat-alat apa saja yang mereka gunakan, dan berapa upah yang mereka dapatkan. Para tamu diperkenankan mencoba pekerjaan yang dilakukan pekerja rumahan, termasuk para pihak pemerintah setempat agar mereka lebih memahami aktivitas produksi yang dilakukan pekerja rumahan.

Jakarta, menjadi kota pertama perhelatan Pra-Event Festival Pekerja Rumahan “Buruh (Tanpa) Pabrik” yang diinisiasi oleh kelompok pekerja rumahan dampingan TURC.

Tak hanya di Jakarta loh, nantikan keseruan pra-event berikutnya di Sukabumi, Cirebon, Tangerang dan Solo. Pastikan kamu ikut terlibat ya. See you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X