Survei Kondisi Kerja dan Kehidupan Pekerja di Tengah Pandemi COVID-19
April 30, 2020
Pekerja/Buruh Perkebunan Sawit Kalimantan Selatan Peduli Pencegahan COVID-19
May 14, 2020

Pekerja Rumahan Bagikan Masker Untuk Semua pada MayDay Di Tengah Pandemi

Momentum MayDay diambil oleh ibu-ibu pekerja rumahan binaan Trade Union Rights Centre (TURC) dan tergabung dalam Jaringan Pekerja Rumahan Indonesia (JPRI) Solo-Sukoharjo, bergerak membagikan masker gratis guna mencegah penyebaran COVID-19 makin meluas. Hal itu dilaksanakan melalui “Gerakan Masker Untuk Semua”.

Mereka mengumpulkan donasi untuk memroduksi masker dan membagikannya secara gratis ke desa-desa secara gratis. Selain itu, mereka juga memberikan sosialisasi kepada warga desa mengenai pencegahan penyebaran COVID-19. Cara itu mereka lakukan dengan membagikan selebaran, menempel poster, dan pemasangan spanduk yang isinya tentang langkah-langkah pencegahan dan penyebaran COVID-19.

Aksi ini dilakukan di tiga lokasi selama dua hari berturut-turut mulai Jumat, 1 Mei hingga 3 Mei 2020. Lokasi pertama dilakukan di kelurahan Gandekan dan Kelurahan Pucangsawit, Kota Surakarta. Lokasi kedua, di Desa Pojok, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Kemudian lokasi ketiga berada di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Hal ini merupakan bentuk kontribusi pekerja rumahan dalam melawan dampak COVID-19. Terlebih dengan banyaknya buruh terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan, maka mereka tergerak untuk saling membantu sesame. 

Direktur Eksekutif TURC, Andriko Otang menyebut bahwa “Gerakan Masker Untuk Semua” ini adalah gerakan  membangun kesadaran akan pentingnya hak atas kesehatan bagi semua warga ditengah wabah COVID19. Ini juga merupakan gerakan solidaritas dari warga untuk warga. Mendorong warga dengan sumber daya nya sendiri melakukan aksi konkret dan bersolidaritas menjawab kebutuhan masker bagi masyarakat dimana tempat mereka tinggal, notabene masker kini sudah menjadi kebutuhan primer warga ditengah wabah.

“Maka berbekal keahlian menjahit, JPRI memulai produksi masker sendiri sesuai dengan standard yang ditentukan WHO”, kata Otang.

Salah satu pengurus JPRI wilayah Solo dan Sukoharjo, Nining, menuturkan jika gerakan ini sebagai simbol kekuatan buruh dalam membangun solidaritas bersama. Terlebih kegiatan ini dilakukan tepat pada peringatan hari buruh internasional. Maka, ini menjadi penting untuk pekerja/buruh ikut serta dalam mencegah penyebaran COVID-19 ini. 

“Saya berharap bencana cepat selesai, dan para pekerja/buruh lainnya bisa pada bekerja lagi. Tidak ada yang di PHK”, kata Nining. 

Momentum MayDay sengaja diambil pula oleh para pekerja rumahan mengingat mereka ingin terus membangun solidaritas antar sesama agar terhindar dari bencana serta buruh sejahtera. Selain itu, gerakan ini juga sebagai penanda bahwa  pekerja rumahan itu ada dan akan terus berjuang supaya dianggap sebagai pekerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X