Eksploitasi Pekerja Rumahan di Kabupaten Semarang : Upah sangat rendah dan tanpa perlindungan
September 19, 2014
Vonis Pidana Upah, Mulai Tegaknya Hukum Perburuhan?
September 19, 2014

Profil : Organisasi sebagai Wadah Perjuangan

Nama                                   : Sayuti

Tempat, Tanggal Lahir  : 12 Juni

Organisasi                          :Serikat Pekerja Rumah Tangga   Tunas Mulia Yogyakarta

Jabatan                               : Sekretaris SPRT Tunas Mulia Yogyakarta

Pekerjaan                           : Pekerja Rumah Tangga

Pendidikan                         : D3 Bahasa Inggris

Moto Hidup                        : “TO BE A STAR YOU MUST SHINE YOUR OWN LIGHT, FOLLOW YOUR OWN PATH AND DO NOT WORRY ABOUT THE DARKNESS FOR THAT IS WHEN THE STAR SHINES BRIGHTNESS”

 

Sektor pekerjaan PRT memiliki kekhasan yang berbeda dengan pekerja pabrik, pekerja bangunan atau pekerja lepas lainya. Meski begitu tidak ada alasan untuk tidak mendapat perlindungan sebagai pekerja. (Sayuti, Sekretaris SPRT “Tunas Mulia”).

 

SPRT “Tunas Mulia” adalah organisasi yang bermula dari perkumpulan organisasi-organisasi PRT yang terbentuk dalam operata (organissi pekerja rumah tangga) yang pada awalnya berbentuk jaringan PRT DIY dengan 8 anggota kelompok. Dalam jaringan ini kemudian banyak dikaji dan didiskusikan beberapa permasalahan PRT. Dari jaringan tersebut kemudian dibentuk Serikat PRT sebagai wadah organisasi PRT untuk memperjuangkan perlindungan hukum bagi PRT.

 

Masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa PRT itu adalah pembantu yang tidak memiliki ketentuan hak seperti pekerja, lalu bagaimana pendapat mba Sayuti terhadap hal tersebut?

Berawal dari pembahasaan bahasa penyebutan PRT bukan Pembantu, itu menjadi polapikir masyarakat yang nanti bisa lebih menghargai profesi PRT. Memang banyak yang beranggapan bahwa pekerjaan kerumahtanggaan tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga berakibat pada sistem pengupahan yang semena-mena dengan tidak memiliki ketetapan yang pasti. Ironisnya, PRT dianggap tidak penting untuk memiliki skill atau ilmu yang terlampau tinggi dalam pendidikan formal. Maka, dampak buruk juga dirasakan PRTnya, karena dengan skill yang kurang memadai, seringkali dianggap tidak becus, sehingga kekerasan pun sering kali menyelimuti PRT dalam pekerjaan. Oleh karena itu, terbentuknya organisasi SPRT yang memiliki tujuan dalam kegiatan untuk memberikan pendidikan, advokasi dan pengorganisasian, dengan demikian membuktikan bahwa anggapan itu salah kaprah.

 

Apa saja yang sudah dilakukan dalam perjuangan PRT bersama SPRT DIY?

Bersama kawan-kawan SPRT “Tunas Mulia” dan teman-teman aktivis dan gerakan pejuang PRT di Yogyakarta melakukan advokasi untuk hak-hak dan perlindungan PRT, maka Pemerintah daerah DIY membuat Peraturan Daerah (Perda) Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nomor 31 Tahun 2010 tentang Pekerja Rumah Tangga. Pergub tersebut merupakan salah satu upaya untuk melindungi dan mewujudkan hak-hak pekerja rumah tangga (PRT). Hal ini merupakan pengakuan terhadap kedudukan PRT sebagai bagian dari dan sejajar dengan pekerja lainnya.

Adapun tujuan dari Perda Gubernur DIY adalah Memberikan pengakuan secara hukum atas jenis pekerjaan kerumahtanggaan, mengisi kekosongan hukum, memberikan pengakuan bahwa PRT mempunyai nilai ekonomis, mengatur hubungan kerja yang harmonis dan produktif, menjunjung nilai-nilai moral, kemanusiaan dan kekluargaan, mewujudkan pemerataan kesempatan kerja dan penyediaan tenaga kerja, dan perlindungan pemberi kerja dan PRT. Demikian SPRT juga berperan serta dalam Konvensi ILO terkait PRT di Jenewa tahun 2010 dan turut serta membangun jaringan di Asia (Asian Domestik Workers Network).

 

Mba Sayuti adalah seorang PRT yang juga sebagai Mahasiswi, apa yang mendasari mba melakukan hal demikian?

Bahwa bukan hanya orang kaya yang dapat memiliki kesempatan mengenyam pendidikan, tetapi siapapun yang memiliki keinginan untuk terus belajar dan meraih cita-citanya juga bisa. Berawal dari mengikuti sekolah PRT, dan aktif dalam diskusi, maka menumbuhkan rasa semangat terus belajar dan motivasi untuk meraih cita-cita dalam diri saya. Saya ambil jurusan Bahasa Inggris. “Kemampuan berbahasa Inggris itu penting, maka belajarlah bahasa Inggris.” tutur Sayuti (Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris). Dilatarbelakangi karena melakukan diskusi dan mewakili organisasi seperti ke Jenewa ketiaka Konvensi ILO tahun 2010 saya menyadari akan pentingnya bahasa Inggris, maka saya berpikir untuk terus belajar. Mempelajari bahasa karena benar-benar ingin mendapatkan manfaat dari skill tersebut serta membuka wawasan lebih mengenai gerakan PRT serta ilmu-ilmu lain yang bisa saya pelajari melalui bahasa Inggris.

Dengan yang saya jalankan saat ini sebagai PRT dan Pelajar, menjadikan dirinya untuk terus aktif dalam perjuangan PRT bersama PRT lainnya, “saya mendedikasikan ilmu saya untuk kawan-kawan PRT” tutur Mba Sayuti.

 

Lalu, bagaimana cara mba Sayuti dapat membagi waktu antara pekerjaan, berorganisasi dan kuliah?

Alhamdulilah, saya memiliki pengguna jasa yang baik dan memiliki pemikiran akan kebutuhan untuk meningkatkan pendidikan dan kebebasan berorganisasi, begitupun saya tetap bertangggungjawab atas pekerjaan. Faktanya, hal seperti demikian tidak semua PRT mendapat kesempatan. Padahal untuk kebebasan berserikat merupakan sebuah kebutuhan bagi kawan-kawan yang memang menginginkan kesejahteraan, dengan demikian melakukan perubahan bersama harus dilakukan kebersamaan dan persatuan. Hak berorganisasi menjadi perhatian khusus bagi SPRT, sebagaimana Pasal 2 Konvensi Kebebasan Berserikat dan Hak Berorganisai tahun 1948 No.87 oleh ILO, berlaku bagi seluruh pekerja dan pemberi kerja tanpa perbedaan apapun.

 

Apa saja tantangan dan hambatan selama berjuang dalam issu PRT?

Sebagai pengurus organisasi yang bergerak dalam isu PRT, pasti tak luput dari tantangan dan hambatan selama perjuangan bersama dalam mengawal advokasi hak-hak dan perlindungan bagi PRT. Sampai saat ini, SPRT masih terus melakukan penyadaran untuk berorganisasi kepada kawan-kawan PRT, dengan tantangan yang dihadapi seperti sulitnya PRT mendapatkan izin dari pengguna jasa untuk mengikuti kegiatan di luar pekerjaan rumah, ditambah sistim waktu kerja yang seringkali diberlakukan waktu 24 jam karena PRT tinggal di rumah pengguna jasa dan tidak memiliki hari libur tetap, maka menjadi tantangan untuk mengakomodir PRT untuk berperan aktif dalam perjuangan.

 

Akan tetapi dalam permasalahan kesadaran berorganisasi bagi PRT, upaya yang dilakukan SPRT dalam hal tersebut adalah melakukan pengorganisasian PRT dengan membentuk komunitas-komunitas di masing-masing daerahnya, dengan adanya komunitas tesebut dapat memudahkan untuk memberikan pendidikan dan peningkatan skill bagi PRT, serta terakomodir dalam proses advokasi. Terdapat 16 komunitas seYogyakarta yang dibentuk oleh SPRT, dengan jumlah 600 orang anggota seYogyakarta.

 

Kegigihan SPRT dalam strategi advokasi agar tercapainya tujuan bersama dengan harapan tinggi untuk adanya kesadaran bagi PRT dan masyarakat umum dalam hak-hak dan perlindungan PRT ditingkat nasional dan internasinal. Oleh karena itu, upaya melalui media pun dilakuakan SPRT, dengan terbitnya bulletin setiap 3 bulan sekali, menjadi sarana transformasi bagi PRT dan masyarakat umum. (Rah)

0 Comments

  1. Lesinputt says:
    Your comment is awaiting moderation. This is a preview, your comment will be visible after it has been approved.

    Inhouse Phyarmacy viagra Kamagra En Ligne Canada On Line Tab Provera Visa Accepted No Script Neededprozac Side Effects Keflex

  2. Lesinputt says:
    Your comment is awaiting moderation. This is a preview, your comment will be visible after it has been approved.

    Viagra Senza Prescrizione Medica Acheter Cialis Belgique Sans Ordonnance cheap zoloft without prescription Cheap Effexor Online Viagra En Madrid Espana

  3. Lesinputt says:
    Your comment is awaiting moderation. This is a preview, your comment will be visible after it has been approved.

    Montreal Online Pharmacy Propecia 1mg online pharmacy Pak For Sale Cialis Fecha De Caducidad Where To Get Viagra In Ireland

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X